Rabu, 06 Juli 2011

Inspeksi Tempat Kerja


Program Inspeksi K3 yang efektif merupakan suatu program pencegahan  untuk menjamin agar lingkungan kerja selalu aman, sehat dan selamat. Klasifikasi Inspeksi dibagi menurut tujuan inspeksi yang akan dilakukan. 



* Tujuan Program Inspeksi K3
  1. Sebagai upaya melakukan pengendalian dan pengawasan terhadap sumber-sumber bahaya K3. 
  2. Inspeksi dilakukan untuk menjamin agar setiap tempat kerja berjalan sesuai dengan UU, standart, norma maupun petunjuk teknis yang berkaitan dengan bidang K3 yang ditetapkan baik oleh pemerintah maupun kebijakan perusahaan.
  3. inspeksi secra regular dan khusus akan dapat digunakan sebagai bahan diskusi dengan TK terhadap isu-isu K3 yang sedang dihadapi. TK merupakan orang yang paling mengenal terhadap aspek kerja, peralatan, mesin-mesin dan proses operasional di tempat kerja sehingga mereka merupakan sumber informasi yang berharaga. dengan adanya komunikasi dan koordinasi yang lancar antara manajemen dengan TK diharapkan dapat memperbaiki performansi atau kinerja K3 di perusahaan.
Jenis inspeksi pada umumnya meliputi :
  1. Inspeksi Informal
  2. Inspeksi Terencana
a.       Inspeksi Rutin / Umum
Terhadap sumber-sumber bahaya ( Hazard) di tempat kerja secara menyeluruh
b.      Inspeksi Khusus
Terhadap objek-objek atau area tertentu mempunyai resiko tinggi terhadap kerugian  dan kecelakaan kerja
Dilakukan berdasarkan adanya keluhan atau komplain dari tenaga kerja di suatu unit kerja.
Dilakukan berdasarkan adanya permintaan atau instruksi dari pengurus perusahaan.
Penjelasan :

1.    INSPEKSI INFORMAL
  • Merupakan inspeksi yang tidak terencana
  • Inspeksi yang bersifat sederhana
  • Dilakukan atas kesadaran orang-orang yang menemukan atau melihat masalah K3 di dalam pekerjaanya sehari – hari
  • Jika ditemukan masalah maka langsung dapat dideteksi, dilaporkan dan segera dapat dilakukan tindakan korektif.
  • Keterbatasan : Inspeksi tidak dilakukan secara sistematik sehingga tidak bisa mencakup gambaran permasalahan secara keseluruhan.
  • Akan sangat efektif bila inspeksi informal ini dijadikan kebijakan manajemen.
  • Masalah-masalah yang ditemukan langsung dapat didokumentasikan berupa catatan singkat / foto sesuai prosedur dan di buat laporan secara sederhana.
2.   INSPEKSI RUTIN / UMUM
    • Direncakan dengan cara WALK-THROUGH SURVEY keseluruh area kerja dan bersifat komprehensif
    • Jadwal pelaksanakan rutin ( Sudah ditentukan : 1x bulan)
    • Dilakukan bersama-sama ahli K3 atau perwakilan tenaga kerja dengan pihak manajemen.
    • Bagi perusahaan yang tidak memiliki ahli K3 sendiri, dapat menggunakan ahli K3 dari luar perusahaan yang akan membantu memberikan saran-saran tentang penanganan masalah-masalah K3 di tempat kerja.
    • Pelaksanaan Inspeksi terhadap sumber-sumber bahaya pada area khusus sebaiknya dilakukan dengan melibatkan seseorang yang mempunyai keahlian khusus.
    • Hasil yang ditemukan segera ditindak lanjuti, dan setiap permasalahan yang telah diidentifikasi dari hasil survey harus selalu tercatat dan dibukukan.
    • Setiap laporan inspeksi harus  inspeksi harus ditandatangani oleh penanggung jawab kegiatan inspeksi
    • Hasil inspeksi yang telah ditulis dalam bentuk laporan harus disampaiakan kepada pihak manajemen, sehingga langkah perbaikan segera dilakukan
    Keuntungan : 
    • Inspekctur dapat mencurahkan segala perhatiannya untuk melakukan inspeksi.
    • Inspekstur dapat melakukan observasi menyeluruh tentang K3 di tempat kerja
    • Checklist yang akan digunakan  untuk inspeksi telah disiapkan dengan baik.laporan temuan dan rekomendasi segera dapat dibuat untuk meningkatkan kesadaran tentang adanya bahaya di tempat kerja, serta tindakan korektif yang sesuai segera di implementasikan dalam upaya mengadakan sarana pencegahan kecelakaan dan kerugian yang lebih besar. 
       3. INSPEKSI KHUSUS 

                  Direncanakan hanya untuk diarahakan kepada kondisi-kondisi tertentu, seperti : Mesin-mesin, alat kerja dan tempat-tempat khusus yang meiliki resiko kerja tinggi.  
    * Langkah dalam membuat daftar inventarisasi objek inspeksi khusus adalah :
    • Kategorikan dan buat daftar objek yang dianggap penting & krusial di perusahaan
    • Rencanakan atau gambarkan area yang menjadi tanggung jawab masing-masing unit kerja
    • Susun daftar inventarisasi dengan baik dan terstruktur.
    • Buatlah Recordkeeping : Identifikasi setiap mesin & peralatan, indikasi apa yang akan di inspeksi, identifikasi siapa petugas dan penanggung jawab inspeksi n berapa sering dilakukan inspeksi.
    LANGKAH - LANGKAH EFEKTIF AKTIVITAS INSPEKSI
     
    Tahap Persiapan
    1. Mulai dengan sikap & perilaku positif
    2. Rencanakan inspeksi
    3. Tentukan apa yang dilihat & pahami apa yang akan dicari
    4. Buat checklist & siapkan peralatan serta bahan nspesksi.
    5. Lihat laporan inspeksi sebelumnya
    Pelaksanaan Inspeksi
    1. Berpedoman pada peta pabrik ( Work place mapping ) & checklist
    2. Cek setiap point checklist
    3. Ambil tindakan perbaikan sementara bila ada masalah K3
    4. Jelaskan hasil temuan
    5. Klasifikasikan hazard & tentukan faktor penyebab.
    Pengembangan Upaya Perbaikan
    1. Perlu melakukan sesuatu untuk mencegah terjadinya kerugian nyata. Upaya pengendalian dapat terus dikembangkan dari waktu  ke waktu sampai ditemukan sistem pengendalian yang efektif.
    Tindakan Korektif
    1. Membuat skala prioritas upaya-upaya perbaikan yang harus dikerjakan
    2. Monitoring terhadap program perbaikan dan anggaran beaya sampai implementasi perbaikan selesai
    3. Verifikasi / pembuktian bahwa tindakan perbaikan dimulai sesuai jadwal yang telah direncanakan.
    4. Monitoring selama pengembangan tindakan korektif
    5. Lakukan uji kelayakan setelah selesai implementasi sarana perbaikan
    Laporan Inspeksi
    1. Suatu alat atau sarana yang dapat digunakan sebagai bahan informasi dan komunikasi yang efektif .
    Review
    1.  Lakukan tindakan review terhadap implementasi sarana perbaikan secara
    2. berkala untuk memastikan bahwa tidak ada masalah lain yang ditimbulkan.

    POIN-POIN PENTING DALAM KEGIATAN INSPEKSI
    1. Buat Standart Prosedur Inspeksi ( SPI)  secara jelas sebelum melulai inspeksi
    2. Siapkan Checklist sesuai dengan kebutuhan Inspeksi 
    3. Pada waktu membuat checklist, TK perlu diajak diskusi sehingga kita tahu isu-isu K3 yang sedang dihadapi.
    4. Bila memungkinkan, beri saran praktis dan petunjuk keselamatan kepada tenaga kerja terhadap metode atau cara kerja yang benar & aman dari permasalahan K3.
    5. Jika pada waktu inspeksi ditemukan kondisi-kondisi yang tidak selamat atau tidak sehat, secepatnya hal tersebut dilaporkan kepada senior manajer.
    6. Buatlah laporan inspeksi dan laporkan kepada manajemen yang menangani bidang K3 untuk segera dilakukan tindakan korektif.
    7. Segera lakukan tindakan korektif berdasarkan skala prioritas tingkat resiko
    8. Arsipkan laporan sebagai dokumentasi K3 dan juga bisa di share / di publikasikan dengan informasi yang relevan lainnya.

    Source : Keselamatan & Kesehatan Kerja
                 Manajemen dan Implementasi K3 di Tempat Kerja
                 by . Tarwaka, PGDip.Sc.,M.Erg


      2 komentar:

      1. min klo promosi k3 ada gak definisi sama standarisasi programnya??

        BalasHapus
      2. program2 promosinya gitu kata safety talk, safety permit, stiker dan pster k3??? ada definisi sama standarisasinya gak??

        BalasHapus

      Welcome - Ahlan Wa Sahlan - Selamat Datang

      Selamat Datang Kepada Rekan-Rekan Di Blog Ini, Semoga Isi Tulisan Dari Blog Ini Bisa Bermanfaat Untuk Kita Semua

      Total Tayangan Halaman

      Popular Posts

      Mengenai Saya

      Foto saya
      Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia
      Blog Ini Adalah Kreativitas Pelaksana Kerja PLIB Dari HSE, Untuk HSE Dan Oleh HSE

      About

      Blogger news

      Blogger templates